Indonesia akan
memasuki periode yang dinamakan dengan Bonus Demografi. Dalam sejarah
kependudukan, bonus demografi hanya akan terjadi sekali dalam sejarah suatu
negara. Untuk itu, perlu dilakukan perbaikan dari berbagai sektor, baik itu
dari segi kualitas penduduk dan juga penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai
agar bonus demografi bisa dijadikan sebagai jalan untuk memajukan bangsa.
Bonus
demografi adalah suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64
tahun) di suatu wilayah lebih besar dari jumlah penduduk tidak produktif
(kurang dari 14 tahun dan diatas 65 tahun). Hal ini dapat diartikan bahwa
proporsi penduduk yang bekerja (produktif) lebih besar daripada penduduk yang
tidak bekerja (tidak produktif), sehingga angka kebergantungan penduduk tidak
produktif kepada penduduk produktif menjadi kecil. Dapat disimpulkan bahwa,
bonus demografi adalah terjadinya ledakan jumlah penduduk produktif dalam suatu
negara.
Indonesia
sebenarnya telah memasuki periode bonus demografi sejak tahun 2012 yang lalu,
dan akan terus berlanjut hingga tahun 2045. Pada periode 2020-2030 akan terjadi
suatu kondisi dimana angka kebergantungan paling rendah, hanya sekitar 46 orang
tidak produktif menggantungkan hidupnya pada 100 orang yang bekerja
(produktif). Periode ini disebut dengan windows
of opportunity.
Pada
tahun 2035 diproyeksikan penduduk Indonesia akan mencapai angka sekitar 305,6
juta jiwa. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan,
pada 2028-2031 proporsi penduduk usia produktif mencapai 68,1%. Ledakan jumlah
penduduk usia produktif ini harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk
menjadikan Indonesia menjadi sebuah negara yang maju. Untuk mencapai tujuan
tersebut tentunya harus dilakukan pergerakan dan perbaikan dari berbagai
sektor, diantaranya pada peningkatan kualitas penduduk dan juga penyediaan
lapangan pekerjaan yang memadai. Remaja yang hidup saat ini, 15 tahun yang akan
datang akan hidup pada periode yang disebut dengan windows of opportunity. Perlu diingat juga bahwa Indonesia telah
memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Untuk itu, bangun dari tidur dan
segera berbenah adalah hal yang wajib dilakukan oleh Indonesia.
Memajukan
bangsa Indonesia bukan semata-mata kewajiban bagi para pemegang kebijakan di
bangsa ini, melainkan juga harus ada peran nyata dari remaja bangsa ini yang
akan menghadapi windows of opportunity.
Untuk itu, menjadi remaja yang sehat, cerdas, kreatif, inovatif, dan berakhlak
adalah hal yang wajib.
*RA



No comments:
Post a Comment