Business

Breaking News
recent

KELOLA GENERASI EMAS INDONESIA DENGAN TEPAT


Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, namun untuk mencari kesebelasan berbakat seolah-olah bak mencari jarum di tumpukan jerami. Pecinta sepakbola tanah air sempat menaruh harapan besar pada Timnas U-19 yang digadang-gadang sebagai generasi emas Indonesia. Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil meraih tropi HKFA Cup 2013 dan menjuarai Piala AFF U-19 2013. Bahkan Indonesia U-19 berhasil lolos ke fase grup Piala AFC U-19 2014 yang diselenggarakan di Myanmar, namun disinilah cerita pahit dimulai.

Jauh dari kata memuaskan, berada di grup B bersama United Arab Emirates, Uzbekisten, dan Australia, Indonesia tidak bisa mengumpulkan bahkan untuk satu poin pun. Apakah para pemain sepakbola kita adalah pemain yang tidak memiliki passion? Atau level timnas kita yang masih jauh dari negara-negara tetangga? 

Mungkin kita harus belajar dari timnas Belgia yang bisa dikatakan berhasil dalam mengelola generasi emasnya. Belgia dipenuhi oleh pemain-pemain bintang bahkan di setiap pos, sebut saja Courtois, Vertonghen, Kompany, Vermaelen, Fellaini, Hazard, Mirallas, Benteke dan masih banyak lagi. Dengan pengelolaan dan penanganan yang tepat, Belgia tampil apik di Piala Dunia 2014 Brazil dan berhasil melaju sampai babak quarter-final.


Jangan lupakan Chile yang baru-baru ini berhasil menjadi kampiun dalam turnamen Copa America 2015 setelah mengalahkan Argentina melalui drama adu penalty. Chile hanyalah sebuah negara kecil dengan jumlah penduduk 17 juta jiwa, namun federasi sepakbolanya berhasil memanfaatkan generasi emasnya dengan baik.


Terlepas dari generasi emas, sebenarnya prestasi sebuah timnas tidak mesti ditentukan oleh kualitas pemain yang ada di dalamnya. Lihat saja Inggris, dipenuhi oleh pemain-pemain berkelas seperti Joe Hart, Baines, Wilshere, Henderson, Sterling, Rooney, Sturridge, dll lantas tak membuat Inggris meraih tropi bahkan dalam kurun waktu 2 dekade terakhir.

Masih ingat dengan Kosta Rika? Secara mengejutkan Kosta Rika berhasil melaju sampai babak quarter-final Piala Dunia 2014 Brazil. Kebetulankah? Tentu saja tidak, dengan komposisi pemain yang bahkan tak banyak dikenal oleh para pecinta sepakbola, Kosta Rika melangkah jauh dengan mengalahkan Uruguay, Italy, dan menahan imbang Inggris di fase grup. Mengalahkan Yunani di babak 16 besar dan pada akhirnya harus kalah pada drama adu penalty kala menghadapi Belanda di babak 8 besar.

Kesimpulan dari ini semua, sepakbola adalah sebuah sistem yang sangat kompleks. Terdapat hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi antara pemerintah, manajemen tim (termasuk pelatih di dalamnya), pemain, dan supporter. Belajar dari negara-negara yang telah sukses seperti yang disebutkan di atas, bukan tidak mungkin generasi emas Indonesia bisa terbang tinggi layaknya sang Garuda. Ayo Indonesia bisa!



*Rendi Artanto



JAVARIA DESIGN

JAVARIA DESIGN

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.